Perjalanan Modric Bersama Timnas Kroasia

Luka Modric merupakan seorang pejuang dengan semangat yang tahan lama di lapangan pertandingan. Dirinya sudah menghadapi begitu banyak drama yang terjadi di lapangan, drama yang menyakiti hatinya hingga mampu membawa Kroasia masuk ke babak semifinal Piala Dunia 2018.

Minggu pekan lalu pada pertandingan melawan Denmark. Modric beserta kawan-kawan harus bersusah payah menang hingga akhrinya harus adu penalti demi melaju ke perempat final.

Pada Piala Dunia 2018 merupakan puncak perjuangan panjang Modric selama bermain bersama tim nasional sejak 2006. Pada perempat final Euro 2008 mereka harus berjuang hingga perpanjangan waktu ketika melawan Turki Di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria. Waktiu itu Kroasia masih dibawah asuhan Slaven Bilic.

Modric memberikan umpan kepada Ivan Klasnic yang kemudian berubah menjadi gol dalam pertandingan perpanjangan waktu. Sayangnya, keunggulan sementara Kroasia sirna setelah pemain Turki, Semith Senturk berhasil menciptakan gol. Pemenangpun harus ditentukan lewat adu penalti.

Kejadian ini agak mirip dengan kisah yang terjadi di Fisht Stadium dinihari tadi. Disaat pertandingan penuh berakhir dengan imbang 1-1 dan dilanjutkan ke babak tambahan, Kroasia berhasilmemimpin 2-1 tetapi Rusia berhasil mengembalikan keadaan dan hasil pertandinganpun imbang 2-2.

Perbedaanya, terletak pada fakta bahwa Kroasia kali ini menang 4-3. Yang mana ketika menghadapi Turki harus kalah 1-3.

Pada kejuaraan Euro berikutnya di Polandia-Ukraina 2012, Modric masih bersama dilatih oleh Bilic, dan harus menjalani nasib yang sama ketika melawan Turki. Mereka harus tersingkir pada fase grup. Kemudian di Piala Dunia 2014, dirinya berserta timnya harus menderita kejadian yang identik. Mereka harus tersingkir pada fase grup setelah kalah melawan Brasil dan Meksiko.

Modric, petarung dengan posisi di lini tengah yang memili pergerakan dan tendangan yang indah tersebut, sekarang sudah tib apada pintu kesuksesan sejak jalan panjang nan sulit serta kepedihan kekalahan di Euro dan di Piala Dunia.

Perkembangan kariernya dari klub-klub sepak bola Dinamo Zagreb, Zrinjkski, Inter Zapresic, Tottenham Hotspur, hingga Real Madrid hadir dalam mengembangi pengalamannya mengulangi kesuksesan seniornya, Slaven Bilic, Davor Suker, dan kawan-kawan yang berhasil masuk ke semifinal Piala Dunia 1998.

Terbukti kemampuan Modric sudah tidak dapat diragukan lagi mengingat perjalan panjang dan pengalaman yang sudah dirasakannya. Sekarang dirinya bermain dengan penuh semangat dan kreativitas gerakan yang tinggi demi mendorong pergerakan tubuh dirinya yang memiliki tinggi 1,72 meter.

Saat ini yang menjadi pelatih Modric bukanlah Bilic lagi, tapi Zlatko Dalic, yang menangis terharu ketika melihat timnya berhasil berdiri pada prestasi yang sama dengan prestasi Bilic dan kawan-kawan pada semifinal Piala Dunia 1998 di Prancis.

Mereka pantas untuk melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Russia.